MotoGP

@HRC_MotoGP (twitter)
Teka-teki siapa yang akan menjadi pengganti Marc Marquez di Repsol Honda Team musim depan sepertinya masih belum menemui titik terang. Marquez yang telah bersama dengan Honda sejak 2023 akhirnya memutuskan kontrak lebih awal dari yang tertera dalam klausul awal yang akan berakhir hingga 2025. Namun performa Honda yang tak kunjung membaik membuat Marquez ‘gerah’ dan akhirnya memutuskan untuk hengkang dari pabrikan yang telah membawanya menjadi juara dunia MotoGP ini. Transfer ini pun menjadi salah satu yang paling mengguncang paddock MotoGP musim 2023.
Pertanyaan selanjutnya adalah, siapakah kandidat yang layak untuk mengisi kursi motor RC213V musim depan? dalam beberapa seri terakhir, manager Repsol Honda Team, Alberto Puig sepertinya sedang bergerilya dalam melakukan komunikasi dengan beberapa pembalap. Pertama adalah Fabio Di Gianantonio, yang pada musim depan terdepak dari Gresini Ducati. Rider berkebangsaan Italia tersebut santer dikabarkan masuk dalam radar HRC untuk menggantikan Marquez. Performa Diggia yang cukup impresif di MotoGP Mandalika dan Phillip Island lalu sepertinya membuktikan bahwa ia belum habis dan bisa membuktikan diri bahwa ia merupakan rider yang cukup cepat. Sejak bergabung dengan Gresini Ducati pada musim 2022 lalu, performa Diggia cenderung kalah dibanding rider-rider jebolan Moto2 lainnya yang baru bergabung seperti Marco Bezzeccchi, Luca Marini, hingga Augusto Fernandez. Proses adaptasi yang cenderung lama kemungkinan juga masih jadi penghambat dan pertimbangan dari Alberto Puig untuk semenaungi Diggia yang musim depan masih belum mendapatkan kursi.

Gresini Racing (picts)
Kedua ada adik tiri Valentino Rossi, Luca Marini. Marini yang saat ini membalap untuk Mooney VR46 Racing ikut masuk ke dalam radar HRC. Hal ini ditenggarai karena Marini memiliki pengalaman dengan motor Ducati sehingga akan mempermudah Honda dalam mengembangkan motor yang ramah seperti motor Ducati. Namun, sosok Valentono Rossi yang notabennya adalah kakak dari Luca Marini sepertinya akan menjadi batu sandungan bagi Honda, mengingat hubungan keduanya tidak berlangsung dengan baik pasca 2003. Menurut beberapa sumber, antara VR46 dan HRC tidak akan mempermasalahkan hal tersebut, sehingga masih ada kemungkinan-kemungkinan yang bisa saja terjadi.

@VR46RacingTeam (twitter)
Ketiga adalah rumor bergabungnya kembali Pol Espargaro ke dalam keluarga HRC. Pol Espargaro saat ini menjadi rider GasGas Factory Racing Tech3 yang berada di bawah naungan Pierer Mobility, Induk perusahaan yang menaungi brand KTM dan Gas Gas. Namun, untuk musim depan Pol Espargaro masih terikat kontrak dengan KTM setelah memutuskan untuk mengalah pada Pedro Acosta yang akan naik kelas dengan menjadi tes rider KTM mulai musim depan. Pol sendiri telah mengkonfirmasi bahwa ia menghormati kontraknya dengan KTM dan akan fokus untuk pekerjaannya musim depan.

@Tech3Racing (twitter)
Keempat adalah rumor yang datang dari Moto2. Rider muda asal Spanyol yang performanya sedang on fire ‘Fermin Aldeguer’ ternyata juga masuk ke dalam radar bidikan HRC. Aldeguer saat ini masih berusia 18 tahun dirasa memiliki prospek cerah untuk dijadikan investasi jangka panjang HRC di kelas MotoGP. Namun, Fermin dengan tegas menyatakan bahwa musim depan ia belum ingin berkompetisi di MotoGP dan mau fokus pada kejuaraan Moto2. Terlebih lagi ia sudah memiliki kontrak dengan Speed Up Racing di kelas Moto2 musim depan, tim yang juga menaunginya musim ini.

@Aldeguer54 (twitter)
Rumor yang beredar di garasi Repsol Honda Team saat ini masih belum menemui titik terang. Ada beberapa kandidat yang masuk ke dalam radius HRC dan sepertinya saedang dlam negosiasi yang serius. Sepertinya, pengumuman akan segera di ketahui dalam beberapa hari ke depan sebelum balapan di MotoGP Qatar. mari kita nantikan. Satrio